Hubungan Status Ekonomi Keluarga Dengan Status Gizi Balita Di Kecamatan Ajung Kabupaten Jember Tahun 2016

The Relationship Between Family Economic Status and Nutritional Status of Toddlers in Ajung Subdistrict, Jember Regency, in 2016

Authors

  • Yuli Indarti Dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Jember

DOI:

https://doi.org/10.35719/fenomena.v15i1.304

Keywords:

Nutritional Status, Under-Five Children, Family Economic Status, Balita, Status Ekonomi Keluarga

Abstract

Protein-energy malnutrition remains a major public health challenge in Indonesia, with a prevalence of under-five malnutrition reaching 19.6% in 2013. This study aimed to identify the relationship between family economic status, number of children, and maternal education on the nutritional status of children under five. A quantitative study using a cross-sectional design was conducted in Ajung Sub-District, Jember Regency, involving 214 children under five selected through multistage cluster random sampling. Data were analyzed using the Chi-Square test. The results showed a significant relationship between family economic status and the nutritional status of children under five (calculated X² = 4.639 > table X² = 3.841), as well as a significant relationship between maternal education and children's nutritional status. In contrast, the number of children in the family did not show a meaningful relationship. This study concludes that family economic factors and maternal education are important determinants of the nutritional status of children under five, thus interventions to increase family income and maternal education should be prioritized in community-based nutrition programs.

Masalah gizi buruk dan kurang energi protein masih menjadi tantangan utama kesehatan masyarakat di Indonesia, dengan prevalensi gizi kurang pada balita mencapai 19,6% pada tahun 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara status ekonomi keluarga, jumlah anak, dan pendidikan ibu terhadap status gizi balita. Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional ini dilakukan di Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, melibatkan 214 balita yang dipilih melalui multistage cluster random sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara status ekonomi keluarga dengan status gizi balita (X² hitung = 4,639 > X² tabel = 3,841), serta hubungan signifikan antara pendidikan ibu dengan status gizi balita. Sebaliknya, jumlah anak dalam keluarga tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor ekonomi keluarga dan pendidikan ibu merupakan determinan penting status gizi balita, sehingga intervensi peningkatan pendapatan keluarga dan pendidikan ibu perlu menjadi prioritas program gizi berbasis komunitas.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan. (Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2010, 2011), 3.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan. 2011. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010.

Case, Anne and Paxson, Christina. 2002. Health Affairs. Volume 21 Number 2

Gage, AJ., Sommerfelt, AE and Piani, AL.1997. Household Structure and Childhood Immunization in Niger dan Nigeria, Demography. 34 (2) pp 295-309

Hamdani, Moh. Firman. 2014. Hubungan Jumlah Anak dalam Keluarga dengan Status Gizi pada Balita di Desa Palanggan Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember. Program Studi Ilmu Keperawatan.Universitas Jember

Kardjati, Anna Alisjahbana, J.A. Kusin. 1985. Aspek Kesehatan dan Gizi Anak Balita: Yayasan Obor Indonesia.

Karundeng, R. Lani. 2015.Hubungan Jarak Kelahiran Dan Jumlah Anak Dengan Status Gizi Balita Di Puskesmas Kao Kecamatan Kao Kabupaten Halmahera Utara. Jurnal Keperawatan Vol 3, No 1

Lemeshow, S. & David W.H. Jr. 1997. Besar Sampel dalam Penelitian Kesehatan (terjemahan) : Gadjahmada University Press, Yogyakarta

Mazarina Devi. 2010. Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Status Gizi Balita di Pedesaan. Jurnal Teknologi dan Kejuruan, vol. 33, no. 2, September: 183-192

Putri, F Rona dkk. 2014. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Nanggalo Padang. Jurnal Kesehatan Andalas. 2015; 4(1)

Report Data Kependudukan. 2016. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional

Riyadi. 2001. Metode Penilaian Status Gizi secara Antropometri. Diktat Program Studi Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga. Bogor: Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor

Soetjiningsih. 2004. Tumbuh Kembang Anak : EGC Jakarta

Schor, EL and Menaghan, EG (1995) Family Pathway to Child Health. In B.C. Amick III., S, Levine, AR. Tarlow, D.C. Walsh (Eds), Society and Health. New York: Oxford University Press.

United Nations System Standing Committee on Nutrition. 2008. Accelerating the Reduction of Maternal and Child Undernutrition. SCN News no 36

Ukwani, Fetus A. and Suchindra, Chirayath M. 2003. Implication of Woman's Work for Child Nutritional Status in Sub Saharan Africa : A Case Study of Nigeria. Social science and Medicine, 56(2003) 2109:- 2121

WHO dalam Riyadi. Metode Penilaian Status Gizi secara Antropometri. Diktat Program Studi Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga. Bogor (Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor 2001),15.

Downloads

Published

2016-04-17

How to Cite

Indarti, Y. (2016). Hubungan Status Ekonomi Keluarga Dengan Status Gizi Balita Di Kecamatan Ajung Kabupaten Jember Tahun 2016: The Relationship Between Family Economic Status and Nutritional Status of Toddlers in Ajung Subdistrict, Jember Regency, in 2016. Fenomena, 15(1), 149-162. https://doi.org/10.35719/fenomena.v15i1.304

Dimensions Badge

Similar Articles

1-10 of 129

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)