Potret Persaudaraan Umat Beragama: Melacak Tradisi Keberagaman demi Terwujudnya Kerukunan Umat Beragama di Desa Tanon, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri
Portrait of Interfaith Brotherhood: Tracing the Tradition of Diversity to Achieve Religious Harmony in Tanon Village, Papar District, Kediri Regency
DOI:
https://doi.org/10.35719/fenomena.v7i1.422Keywords:
Brotherhood, Harmony, Religious Traditions, Persaudaraan, Kerukunan, Tradisi KeberagamaanAbstract
Amid globalization and the rise of religious-based conflicts in various parts of Indonesia, the concept of religious brotherhood has become critically important to re-examine. This study aims to understand the concept of religious harmony and to trace the religious traditions developed by the community of Tanon Village, Kediri, in achieving such harmony. Using a qualitative sociological-phenomenological approach, along with interviews, observation, and documentation, the research found that the Tanon community lives harmoniously despite high religious diversity, including Islam, Christianity, Hinduism, and Buddhism. Key factors supporting this harmony include the tradition of mutual cooperation, the dominance of moderate religious streams such as NU and GKJW, humanitarian-focused preaching, and close relationships among religious leaders. In conclusion, local social and cultural capital effectively maintains interfaith brotherhood. The study recommends strengthening interfaith dialogue and the government’s role as a facilitator to prevent religious-based conflicts.
Di tengah arus globalisasi dan maraknya konflik bernuansa agama di berbagai wilayah Indonesia, pemahaman tentang persaudaraan umat beragama menjadi sangat genting untuk dikaji ulang. Penelitian ini bertujuan untuk memahami konsep kerukunan umat beragama serta menelusuri tradisi keberagamaan yang dikembangkan masyarakat Desa Tanon, Kediri, dalam mewujudkan kerukunan tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif sosiologis-fenomenologis serta teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi, penelitian ini menemukan bahwa masyarakat Tanon mampu hidup harmonis meskipun memiliki keragaman agama yang tinggi, termasuk Islam, Kristen, Hindu, dan Budha. Faktor utama yang mendorong kerukunan meliputi tradisi gotong-royong, dominasi aliran keagamaan moderat seperti NU dan GKJW, dakwah yang berfokus pada isu kemanusiaan, serta hubungan erat antar tokoh agama. Kesimpulannya, modal sosial dan kultural lokal terbukti efektif menjaga persaudaraan lintas iman. Penelitian ini merekomendasikan penguatan dialog antaragama dan peran pemerintah sebagai fasilitator untuk mencegah konflik berbasis agama.
Downloads
References
Ali, Mursyid (ed.), Dinamika Kerukunan Hidup Beragama Menurut Perspektif Agama-Agama: Bingkai Teologi Kerukunan Hidup Beragama, Jakarta: Badan Penelitian Pengembangan Agama, Proyek Peningkatan Kerukunan Hidup Umat Beragama, 1999-2000.
Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta, 1996.
Aziz, Moh. Ali, “Penyelesaian Konflik Antar Umat Beragama Perspektif Pemberdayaan Masyarakat”, dalam Jurnal Ilmu Dakwah, Vol. 6 No. 2, Oktober 2002.
Berbagai sumber hasil wawancara dengan beberapa informan, Tanon: 16 Juli 2007.
Berger, Peter dan Richard Neuhausa menyebutnya dengan mediating structures. Lihat Heru Nugroho, Membumikan Ide-ide Kritis, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001.
Bogdan, Robert L. dan Sari Knoop Biklen, Qualitative Research for Education an Introduction to Theory and Methods, Boston: Allyn and Bacon, 1982.
Borrmans, M., “Le Seminaire du Dialogue Islmao-Chretien de Tripoli (Libye), (1-6 Fevrier 1976)”, dalam Islamochristiana, 2 (1976).
Bsteh, A. (ed.), Peace for Humanity: Priisples, Problems and Perspectives of the Future as Seen by Christians and Muslims, Delhi: Vikas, 1996.
Departemen Agama RI., Kompilasi Peraturan Perundang-undangan Kerukunan Hidup Umat Beragama. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Agama, 1998.
Dewan Gereja-gereja Dunia, Guidelines on Dialogue with People of Living Faiths, Genewa: WCC Publication, 1979).
Fitzgerald, M. I., “25 Years of Christian-Muslim Dialogue: a Personal Journey”, dalam Proche-Orient Chretien, 40 (1990).
Hendropuspito, D., Sosiologi Agama, Jakarta: Kanisius, 1991.
Ismail, Faisal, ”Islam dan Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama di Indonesia”, dalam Moh. Mahfud MD. (et. al.), Kritik Sosial dalam Wacana Pembangunan, Yogyakarta: UII Press, 1997.
Jaoudi, Maria, Christian Mysticism East and West: What the Masters Teach Us?, New York: Paulist Press, 1998.
Kantor Hubungan Antar-Agama, Issues in Christian-Muslim Relations: Ecumenical Relations, Genewa: WCC Publications, 1992.
Kerr, D. dan K. Ahmad (ed.), “Christian Mission and Islamic Da’wah”, dalam International Review of Mission, 65 (1976), Leicester: Islamic Foundation, 1982.
Kusdianto, Wawancara, Tanon: 10 Agustus 2007.
Kusdianto, Wawancara, Tanon: 15 Juli 2007.
Madjid, Nurcholis, ”Pluralisme Agama di Indonesia”, dalam Ulumul Qur’an IV’ (3), 1995.
Magnis-Suseno, Franz, “Agama yang Peduli: Keluar dari Kungkungan Arogansi”, dalam Moh. Asror Yusuf, Agama sebagai Kritik Sosial di Tengah Arus Kapitalisme Global, Yogyakarta: IRCISoD dan Kediri: STAIN Kediri, 2006.
Michel, T., “The Rights of Non-Muslims in Islam: an Opening Statement”, dalam Journal of the Institute of Muslim Minority Affairs, 6 (1985).
Miles, Mathew B. and A. Michael Huberman, Qualitative Data Analysis, London: Sage Publications, 1984.
Milot, Jean Rene, Muslim and Christians: Enemies or Brothers?, Syamsun Ni’am dan Saiful Jazil (Terj.), Muslim dan Kristiani: Mushu ataukah Saudara?, Surabaya: Target Press, 2003.
Moleong, Lexy J., Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2000, Cet. 11.
Mulder, D., “A History of the Sub-Unit on Dialogue of the world Council of Churches”, dalam Studies in Inter-Religious Dialogue, 2 (1992).
Ni’am, Syamsun, “Agama, Sara dan Pluralisme”, dalam Makalah disampaikan pada diskusi Mata Kuliah Islam dan Peradaban Global dengan pembimbing DR. Komarudin Hidayat, MA., Jakarta: Program Pasacasarijana (S-3) IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 1999.
Samartha, S. J. dan J. Taylor (ed.), Christian-Muslim Dialogue: Papers Presented at the Broumana Consultation, Genewa: Dewan Gereja-gereje Dunia, 1973.
Sarapung, Elga, "Keragaman dan Kerjasama Agama dalam Pengalaman Akar Rumput di Indonesia", dalam Alef Theria Wasim, Harmoni Kehidupan Beragama: Problem, Praktik & Pendidikan, Yogyakarta: Oasis Publisher, 2005.
Subakir, Ahmad, Merajut Persaudaraan Sejati antar Umat Baragama: 5 Tahun FKUB Kota Kediri, Kediri: Sosekumdik & Litbang FKUB Kota Kediri, 2003.
Suripto, Wawancara, Tanon: 15 Juli 2007.
Syalabi dkk., Islam Agama Teroris? (Bantahan Para Pakar Muslim terhadap Propaganda Barat), Syamsun Ni'am dan Moh. Salik (Terj.), Surabaya: Arkola, 2003.
"Tanon, Satu Desa dengan Empat Iman; Satu Keluarga Punya Tiga Kali Hari Raya", dalam Radar Kediri, Senen, 13 Desember 2004.
Thomas, M.M., "Asian Countries Responding to Secularization", dalam Paper of CCA Seminar on Secularization in Asia, in Manila 1996.
Titley, John A., "Beberapa Model Keragaman Agama di Asia: Keunikan Kehidupan Beragama di Indonesia", dalam Alef Theria Wasim, Harmoni Kehidupan Beragama: Problem, Praktik & Pendidikan, Yogyakarta: Oasis Publisher, 2005.
Wahid, Abdurrahman, "Si Pembelot dan Kebingungan Ilahinya", dalam Andito (ed.), Atas Nama Agama, Bandung: Pustaka Hidayah, 1998.
Wasim, Alef Theresa dkk. (ed.), Harmoni Kehidupan Beragama: Problem, Praktik & Pendidikan, Yogyakarta dan Semarang: IAIN Sunan Kalijaga dan Walisongo, 2004.
Wignyosubroto, Sutandyo, "Pluralitas dalam Realitas Kehidupan Nasional (dengan Berbagai Permasalahan SARA-nya), Pluralisme dan Persatuan Indonesia", dalam Makalah, di sampaikan pada acara Seminar Nasional "Konsep SARA dalam Tinjauan", Surabaya: Kosmopolit Jakarta, 1998.
Zainuddin, M., "Potret Kerukunan Beragama Warga Malang Selatan", dalam Kompas, 2 Mei 2002.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.









