Penerapan Maksim Tutur dan Prinsip Sopan Santun dalam Komunikasi Verbal di STAIN Jember
The Application of Conversational Maxims and Politeness Principles in Verbal Communication at the State Islamic College (STAIN) Jember
DOI:
https://doi.org/10.35719/fenomena.v5i1.382Keywords:
Conversational maxims, politeness principle, verbal communication, Maksim tutur, prinsip sopan santun, komunikasi verbalAbstract
A critical issue in academic verbal communication is balancing effective information transfer with respect for interlocutors. This study aims to describe how Grice's conversational maxims and Leech's politeness principles are applied in interactions among lecturers, students, and leaders at STAIN Jember. This qualitative research employed observation and recording of utterances, which were analyzed using an interactive model. The findings reveal that speech acts of conveying information use eight patterns, such as comment and comment-question patterns, and generally fulfill the cooperative principle. However, violations of the quality, quantity, and manner maxims were found in several patterns, including unsubstantiated comments and wordy utterances. Politeness principle violations mainly occurred in the sympathy and modesty maxims. In conclusion, the implementation of conversational maxims and politeness at STAIN Jember is adequate but requires improvement in informational accuracy and respect, especially in exam and hierarchical contexts. Integrating pragmatics into Indonesian language courses is recommended.
Fenomena krusial dalam komunikasi verbal di lingkungan akademik adalah perlunya keseimbangan antara penyampaian informasi yang efektif dan penghormatan terhadap mitra tutur. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan maksim percakapan (Grice) dan prinsip kesopanan (Leech) dalam interaksi dosen-mahasiswa, dosen-dosen, serta dosen-pimpinan di STAIN Jember. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode observasi dan pencatatan tuturan, lalu dianalisis dengan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur menyampaikan informasi menggunakan delapan pola, seperti pola komentar dan komentar-pertanyaan, yang secara umum memenuhi prinsip kerja sama. Namun ditemukan pelanggaran maksim kualitas, kuantitas, dan tata cara pada beberapa pola, seperti komentar yang tidak berbukti dan ujaran bertele-tele. Pelanggaran prinsip kesopanan terutama terjadi pada maksim simpati dan kerendahan hati. Kesimpulannya, penerapan maksim tutur dan kesopanan di STAIN Jember sudah cukup baik namun masih perlu perbaikan pada aspek ketepatan informasi dan rasa hormat, terutama dalam situasi ujian dan interaksi hirarkis. Disarankan integrasi materi pragmatik dalam mata kuliah bahasa Indonesia.
Downloads
References
Austin, J.L. 1962. How to Do Things with Words. Cambridge: Harvard University Press
Brown, Gillian dan Yule, George. 1983. Analisis Wacana. Terjemahan oleh I. Soetikno. 1996. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Cahyono, Bambang Yudi. 1995. Kristal-kristal Ilmu Bahasa. Surabaya: Airlangga University Press
Djayasudarman, T. Fatimah. 1999. Semantik 2. Bandung: PT Eresco
Gumperz, John J. 1982. Discours Strategies. New York: Cambried University Press
Halliday, M.A.K. dan Hasan, Ruqaiya. 1985. Bahasa, Konteks, dan Teks: Aspek-aspek Bahasa dalam Pandangan Semiotik Sosial. Terjemahan oleh Asruddin Barori Tou dan M. Ramlan. 1992. Yogyakarta: Gajah Mada University press
Hymes, D. 1972 On Communicative Competens. In J.B.Pride and J. Holmes (Eds.) 1981. Studies in Discours Analysis. London: Routledge & Kegen Paul
Hymes, D. 1974. Foundation in Sociolinguistics: An Etnographic approach. Philadelphia: U. of P. Press
Ibrahim, Abd.Syukur. 1993. Kajian Tindak Tutur. Surabaya: Usaha Nasional
Ibrahim, Abd.Syukur. 1996. Bentuk Direktif Bahasa Indonesia: Kajian Etnografi Komunikasi. Disertasi tidak diterbitkan. Surabaya: Universitas Airlangga
Kartomihardjo, Soeseno. 1992. Bahasa Cermin Kehidupan Masyarakat. Jakarta: Depdikbud, Dirjen Dikti
Kartomihardjo, Soeseno. 1993. Analisis Wacana dengan Penerapannya pada Beberapa wacana. Dalam Kaswanti Purwo (Ed). PELLBA 6 (hlm. 21-50) Jakarta: Kanisius
Karyono. 1994. Pengantar Komunikasi Bagi Siswa Perawat. Jakarta: EGC
Leech, Geoffrey. 1993. Prinsip-prinsip Pragmatik. Terjemahan oleh M.D.D. Oka. 1993. Jakarta: Universitas Indonesia
Lubis, A. Hamid Hasan. 1994. Analisis Wacana Pragmatik. Bandung: Angkasa
Moeliono, M. Anton, dkk. (sd). 1988. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia
Moleong, Lexy J. 1995. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya
Richard, Jack C. Tanpa Tahun. Tentang Percakapan. Terjemahan oleh Ismari. 1995. Surabaya: Airlangga University Press
Samsuri. 1987. Analisis Wacana. Malang: Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi-Proyek Peningkatan / Pengembangan Perguruan Tinggi- IKIP Malang
Searle, Jhon R. 1969. Speech Acts: An Assay in the Philosophy of Language . Cambridge: Cambridge U.P.
Searle, Jhon R (Ed.). 1973. Speech Act Theory And Pragmatics. London:D. Reidel Publishing Company
Stubbs, Michael. 1983. Discourse Analysis, The Sociolinguistic Analysis of Natural Language. Chicago: The University of Chicago Press
Suparno. 1998. Analisis Wacana. Malang: IKIP Malang
Wahab, Abdul. 1987. Linguistik: dari Pra-Socrates ke Pragmatik.Malang: IKIP Malang
Wahab, Abdul. 1990. Butir-butir linguistik. Surabaya: Airlangga University Press
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2006 Abd. Rahman Ds

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.









